TIPS SUKSES MENGHADAPI TEST CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL (CPNS)
Keinginan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) ternyata tidak hanya diinginkan oleh seorang saja, tetapi berjuta-juta orang lainnya. Dalam benak setiap orang saat ini, menghadapi ujian CPNS adalah tugas yang sangat berat, karena harus bersaing dengan jutaan orang untuk mendapatkan satu posisi tertentu. Kesempatan seperti ini selalu ditunggu-tunggu oleh siapa pun. Jadi tidaklah heran jika ada lowongan CPNS dibuka, tampak berjuta-juta orang mengantri memperebutkan posisi lowong dalam instansi publik tersebut.
Banyaknya orang yang ingin jadi PNS tidak saja diakibatkan oleh tidak sebandingnya angka pencari kerja dengan lapangan kerja yang tersedia, namun juga bagi sebagian orang posisi PNS adalah pekerjaan yang dapat memberi jaminan hidup karena adanya pensiun yang diberikan untuk hari tua. Mungkin sebagian orang menganggap PNS hanyalah pekerjaan yang disukai oleh orang-orang yang tidak menyukai tantangan, pemalas, bodoh dan alasan negatif lainnya.
Berbagai tamatan, latar belakang, serta usia, saling berlomba seakan tak mau ketinggalan memperebutkan berbagai posisi. Itulah sebabnya mengapa PNS merupakan status yang dibenci, tetapi juga dirindu oleh siapapun.
Dengan demikian, kiranya hanya orang-orang yang memiliki niat dan persiapan matang yang mampu memenangkan persaingan itu. Tak ada kata terlambat untuk mencoba dan belajar demi memenangkan persaingan tersebut. Terlebih lagi di jaman serba transparansi ini jalur koneksi atau uang sogok sudah tidak berlaku dan dilarang, maka sudah seharusnya semua orang harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya.
Jangan sekali-kali terjebak dalam persepsi bahwa menghadapi test CPNS adalah persoalan bagaimana menjawab soal-soal yang disodorkan dengan cermat dan tepat. Jika dibuat pembagian konsentrasinya, maka menghadapi test CPNS itu dibagi atas beberapa fokus konsentrasi :
• Persiapan Teknis
Mencakup penguasan materi test semata. Semakin serius Anda belajar menguasai materi-materi ujian, maka semakin besarlah kesempatan Anda untuk lulus menjadi PNS. Dalam hal ini berlaku rumus, semakin Anda sering menyelesaikan soal-soal yang pernah ada maka semakin besar kemungkinan Anda untuk menyelesaikan soal-soal ujian nantinya. Berlaku pribahasa “Alah bisa karena biasa, lancar kaji karena diulang, lancar jalan karena sering dijalani. Penguasaan materi ini menjadi ujung tombak tujuan Anda dalam mengikuti ujian masuk CPNS. Namun disamping faktor ini ada faktor lain yang lebih tak kalah pentingnya untuk dipersiapkan.
• Persiapan Non-Teknis
Meliputi banyak faktor seperti persiapan mental, persiapan kognitif, visi dan misi Anda untuk menjadi PNS. Fakta menunjukkan bahwa kecerdasan emosional (EQ) menjadi faktor penentu seseorang dalam meraih sukses karir dan pekerjaan dibanding faktor kecerdasan akal (IQ). Hal inilah yang membuat orang semakin menyadari bahwa kecerdasan emosinya harus mampu mengendalikan kecerdasan intelektualnya.
Banyak sekali orang cerdas dalam beberapa bidang dia tidak dapat mengungguli orang-orang yang secara kemampuan nalar berada di bawah dia. Hal ini dikarenakan, orang-orang yang memiliki kecerdasan akal yang tinggi cenderung untuk tidak mau diatur, ego tinggi dan anti koordinasi, selalu menganggap dirinya adalah paling benar. Akibatnya dia pun terjebak pada “kebodohan emosi”, dengan berani menuruti emosi-emosi yang tidak mendukung kecerdasan otaknya, malah justru menjatuhkan bangunan-bangunan intelektualnya.
Contoh lain, coba Anda perhatikan seorang pegawai yang memiliki kemampuan rata-rata tetapi karirnya secara perlahan tapi pasti melejit dan mendapatkan kepercayaan dari atasannya. Sementara pegawai yang cerdas dan sudah menempati pos jabatan strategis justru berhenti di tempat dan tidak mengalami kesuksesan seperti yang dialami oleh pegawai sebelumnya.
Faktor lain yang masih juga penting adalah faktor semangat dan antisipasi untuk menyusun langkah yang tepat dan strategis jika gagal mengikuti seleksi CPNS. Karena faktor akhir yang menentukan adalah Tuhan, Allah yang Maha Menentukan. Karena Dialah pemilik dan penguasa alam semesta. Atas kehendak-Nya lah semua bisa terjadi.
Beberapa tips yang bisa Anda terapkan dalam menghadapi test CPNS adalah sebagai berikut :
• Bersikap simpel, praktis dan enjoy
Tak mudah diketahui bagaimana diri Anda di waktu yang akan datang. Kehidupan bukanlah permasalah matematis yang mudah ditebak dengan pasti, namun bisa jadi sesuatu yang dulunya tidak diinginkan atau tak disangka-sangka tiba-tiba menjadi bagian dari diri Anda.
Seperti halnya dengan CPNS. Anda mungkin sebelumnya tidak memiliki keinginan untuk menjadi PNS. Namun, di sisi lain Anda sangat ingin menjadi bagian dari pelayan publik atau sebaliknya. Jadi yang dibutuhkan saat ini adalah berpikir simpel, fleksibel dengan keadaan, banyak membaca, mencari informasi teknis pengisian Lembar Jawaban Komputer (LJK), menjaga kesehatan fisik dan mengikuti perkembangan persaingan peserta ujian CPNS.
• Jangan Takut dengan Pendaftar yang Banyak
Mengetahui besarnya jumlah pendaftar ujian CPNS, yang notabene akan menjadi pesaing, tentunya akan sangat mempengaruhi mental siapa pun. Kekhawatiran tersebut bukannya tidak mendasar. Namun, inilah kompetisi dimana orang-orang yang memiliki persiapan yang nantinya akan menjadi pemenang di dalamnya.
Untuk menghadapi situasi ini Anda bisa melakukan :
a. Segarkan fikiran Anda dengan sikap optimis dan positif.
b. Tanamkan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda lah orang yang paling siap diantara pendaftar lainnya.
c. Anggaplah persaingan Anda dalam ujian sebagai teman sepermainan yang tidak ada pengaruhnya jika mereka menang atau kalah.
d. Bercanda dan tertawa secukupnya dengan peserta lain, tetapi tetap konsentrasi dengan apa yang akan Anda hadapi nanti.
e. Untuk membiasakan sikap ini Anda bisa mengikuti test-test uji coba (try-out) yang biasa diselenggarakan oleh bimbingan test CPNS sehingga Anda biasa menghadapi orang banyak pada saat ujian nantinya.
• Jangan Pernah Ragu dengan Kemampuan Anda
Keberhasilan adalah kunci bagi setiap orang untuk mengukur kemampuan mereka. Namun, sering kali orang merasa ragu atau takut dengan kenyataan sebelum mereka sendiri berusaha mencapai keberhasilan yang diingikannya. Bayang-bayang kegagalan sering menghinggapi diri seseorang. Seperti kata pribahasa “mati sebelum berperang”.
Sikap seperti ini akan membuat lunturnya konsentrasi dan kegagalan yang dikhawatirkannya akan sungguh terjadi. Untuk mengantisipasi situasi seperti ini Anda dapat melakukan beberapa hal :
a. Perbanyaklah membaca, mengerjakan soal-soal yang menyangkut test yang akan dihadapi nanti.
b. Jadikan latihan Anda tersebut sebagai modal yang meyakinkan Anda bahwa Andalah orang yang paling menguasai soal.
c. Mintalah saran dari orang lain yang pernah berhasil, mintalah kepada orang tersebut untuk menceritakan kiat suksesnya. Bila perlu minta juga saran dari orang yang pernah gagal mengikuti ujian dan cari tahu apa penyebab kegagalannya.
d. Senantiasa berdoa. Do’a adalah kekuatan orang beriman. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan seseorang bukanlah semata karena dirinya semata, namun ada kekuatan Sang Maha Pencipta yang memberikan kasih saying-Nya.
• Mintalah Dukungan Keluarga Anda
Keluarga merupakan salah satu faktor pendukung dalam menentukan keberhasilan dan masa depan seseorang. Mereka lah yang akan menjadi pendorong dan motivator untuk menciptakan suasana nyaman dalam dirinya. Namun, adakalanya Anda menghadapi keluarga yang tidak mendukung keputusan Anda untuk menjadi PNS. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan, antara lain :
a. Yakinkan kepada keluarga Anda, bahwa pekerjaan tersebut sesuai dengan keahlian dan cita-cita Anda dan Anda telah siap menghadapi segala resikonya.
b. Jalinlah komunikasi dengan keluarga Anda untuk menceritakan jenis pekerjaan yang Anda sukai dan inginkan.
• Bersiaplah menghadapi Ujian
Banyak orang yang jauh-jauh hari sudah mempersiapkan sedemekian rupa dengan banyak belajar, membaca dan membahas soal-soal. Sampai-sampai satu hari menjelang ujian pun masih juga belajar. Hal ini tentu akan mengganggu kesehatan fisik kita. Untuk itu Anda harus melakukan hal berikut ini :
a. Satu hari menjelang ujian Anda sudah dapat mengetahui lokasi dimana ujian dilaksanakan.
b. Pada malam hari menjelang ujian Anda tidak dibenarkan lagi belajar hingga larut malam. Membaca dan belajar seadanya atau hanya sekedar untuk mengingat kembali penyelesaian soal-soal yang pernah Anda selesaikan dengan asumsi bahwa persiapan sebelumnya sudah cukup bagi Anda.
c. Jaga kesehatan fisik/jasmani Anda dengan makan dan istirahat secukupnya, agar tidak menghalangi aktifitas saat ujian besok.
• Fokus dan Konsentransi pada Saat Ujian
Pada saat ujian berlangsung, tidak jarang Anda diliputi dengan kebingungan dan keragu-raguan atas jawaban yang ada. Berikut ini poin penting yang harus Anda beri perhatian :
a. Sebelum menjawab semua soal, Anda harus membaca seluruh petunjuk soal.
b. Ketika Anda menjumpai soal yang sulit, untuk dapat menghemat waktu Anda harus beralih ke soal berikutnya yang lebih mudah dengan terlebih dahulu memberi kode atau tanda pada lembar soal/jawaban bahwa soal tersebut belum Anda jawab.
c. Setelah semua soal Anda jawab, maka periksa kembali jawaban Anda, mungkin masih ada soal yang belum dijawab.
d. Yakinkan diri Anda bahwa jawaban Anda sudah benar dengan begitu Anda tidak perlu mencari jawaban dari peserta lain.
• Jangan Pernah Ragu dengan Jawaban Anda Sendiri
Biasanya setelah menjalani test tertulis atau lisan, sering kali Anda masih ragu dengan jawaban yang Anda berikan saat test tadi. Keraguan ini menjadi kita patah semangat.
Anda tidak mungkin bisa mengubah jawaban yang telah Anda berikan tadi. Namun, setidaknya satu masalah Anda telah berlalu dan selanjutnya ke masalah yang lain.
Jika hal ini terjadi maka Anda perlu melakukan berikut ini :
a. Lupakan sejenak masalah itu dengan melakukan aktifitas yang lain.
b. Jika Anda gagal, jadikan kegagalan tersebut sebagai sebuah keberhasilan yang tertunda dan tak akan terulang lagi.
c. Catatlah bila mungkin soal-soal yang pernah diberikan kepada Anda, lalu pelajarilah sewaktu-waktu sebagai persiapan untuk test selanjutnya.
Tahukah Anda Robert T.Kyosaki ? Nama ini sudah asing lagi bagi kita. Menurutnya, dalam diri kita ada dua hal yakni, asset dan liabilities. Asset menggambarkan potensi diri yang kita miliki, berupa kemampuan, keyakinan dan kesiapan dalam meraih kesejahteraan. Sedangkan liabilities adalah strategi untuk mengatasi kemiskinan.
Dari dua hal di atas kita bisa mengambil pelajaran sebagai berikut :
1. Bahwa menjadi PNS, bukanlah satu-satunya kunci kebahagiaan hidup. Memang sih, siapa yang tak bahagia menjadi PNS. Hidup mapan, gaji tetap, dapat pensiun lagi. Akan tetapi pertanyaan kritisnya adalah, maukah kemampuan Anda, kreatifitas Anda, serta dunia Anda menjadi terbatasi oleh psikologi kemapanan menjadi PNS ? Tidak, bukan ?
2. Perlunya sebuah wawasan yang berani menerima tantangan. Maksudnya, tak ada salahnya di luar karir Anda sebagai PNS, anda juga terlibat ke dalam dunia wiraswasta. Anda bisa membuka jenis usaha berbasis apa pun. Dengan demikian Anda tidak hanya menjadi PNS yang biasa-biasa aja. Tetapi lebih dari sekedar mendapatkan gaji bulanan. Anda bisa menjadi PNS plus ! Wow, pasti lebih menarik bukan..?
cetak halaman ini
.jpg)
No comments:
Post a Comment