STRATEGI JITU MENGHADAPI SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU (SPMB)
Keinginan untuk menjadi MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI (PTN) ternyata tidak hanya diinginkan oleh beberapa orang saja, tapi juga diminati oleh berjuta-juta orang lainnya. Dalam benak setiap orang saat ini, menghadapi ujian SPMB adalah beban yang sangat berat, karena harus bersaing dengan jutaan orang untuk mendapatkan satu bangku di PTN. Kesempatan seperti ini selalu ditunggu-tunggu oleh setiap calon Mahasiswa. Oleh karena itu tidaklah heran ketika musim SPMB tiba, tampak berjuta-juta orang antri membeli formulir untuk memperebutkan satu kursi di PTN.
Banyaknya orang yang ingin jadi MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI (PTN) bukan saja karena oleh biaya murah namun juga bagi kebanyakan orang menjadi MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI adalah suatu kebanggaan tersendiri (prestise) bagi pribadi dan keluarga. Bayangkan saja Anda bisa mengalahkan jutaan peserta ujian lainnya dengan tingkat persaingan yang cukup tinggi. Apalagi untuk perguruan tinggi pavorit dengan jurusan/program studi bergengsi seperti Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bagi Anda yang bisa menembus fakultas di PTN ini banyak orang yang akan memberi acungan jempol buat Anda.
Tidak hanya cuma siswa yang baru tamat yang mendaftar, tapi siswa alumni yang gagal tahun lalu juga ikut . Ini artinya jumlah pesaing Anda untuk memperebutkan kursi PTN bukan hanya berasal dari siswa yang baru lulus namun juga yang sudah lama lulus (alumni) pun masih juga mengikutinya demi memeperoleh kursi di PTN.
Seperti halnya teori perang Xun Zhu, untuk bisa memperoleh kemenangan maka kita harus mengetahui kekuatan lawan, kuasai kekuatan pasukan dan kuasai medan perang, maka kita akan menang.
Dengan demikian, hanya orang-orang yang memiliki niat dan persiapan matang yang mampu memenangkan persaingan memperebutkan kursi PTN itu. Tak ada kata terlambat untuk mencoba dan belajar demi memenangkan persaingan tersebut. Dan jangan sekali-kali menganggap bahwa menghadapi test SPMB adalah hanya persoalan bagaimana menjawab soal-soal yang disediakan dengan cermat dan tepat. Simaklah uraian ringkas berikut ini agar Anda menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut.
A. Penguasaan Teknis
Semakin serius Anda belajar menguasai materi-materi ujian, maka semakin besarlah kesempatan Anda untuk menang dalam SMPB. Dalam hal ini berlaku rumus, semakin Anda sering menyelesaikan soal-soal yang pernah ada maka semakin besar kemungkinan Anda untuk menyelesaikan soal-soal ujian nantinya. Berlaku pribahasa “lancar kaji karena diulang, lancar jalan karena sering dijalani”. Penguasaan materi ini menjadi ujung tombak tujuan Anda dalam mengikuti ujian masuk SPMB.
Dalam hal ini ada beberapa strategi yang bisa Anda terapkan dalam mengikuti test SPMB adalah sebagai berikut :
• Ukur Kemampuan Anda
Tak mudah mengetahui seberapa besar kemampuan Anda jika hanya berdiam diri. Lakukan sesuatu yang bisa mengukur kemampuan Anda. Seperti mengikuti Test Ujia Kemampuan (TUK), Try Out, atau Olympiade yang sering dilaksanakan oleh bimbingaan test/belajar. Hal ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan dan kekuatan Anda. Meskipun Anda juara kelas dan punya kemampuan rata-rata, Anda belum bisa membandingkan kekuatan dan kemampuan Anda jika tidak mengikuti kegiatan ini. Bisa jadi kemampuan Anda saat juara kelas hanya diukur dari teman-teman satu kelas atau sekolah yang pada saat itu memiliki persaingan rendah.
• Pilihlah PTN yang sesuai dengan kemampuan Anda
Agar Anda tidak salah nantinya memilih tempat kuliah maka pilihlah PTN yang terkenal dan sesuai dengan kemampuan Anda. Jangan sampai antara tujuan degan kemampuan anda tidak sejalan sehingga strategi yang Anda bangun jadi berantakan. Misalkan, Anda ingin memilih program studi kedokteran umum di Universitas Indonesia, namun kemampuan Anda tidak bisa menjangkau PTN tersebut. Agar bisa sejalan, maka ada beberapa tips yang bisa anda lakukan seperti :
a. Mencari informasi tentang PTN yang ternama baik dari website ataupun media lainnya. Selanjutnya anda dapat melakukan penelusuran untuk mencari tahu peringkat akreditasinya, peringkat kelulusan/persaingan dalam SPMB tahun sebelumnya.
b. Telusuri apakah program studi/jurusan yang Anda cari tersedia, berikut dengan program bea siswa nya. Perlu juga dipertimbangkan tentang jumlah alumninya yang terkenal dan telah berkarir di berbagai penjuru lapangan kerja.
c. Bila perlu diskusikan dengan beberapa teman lain untuk berbagi informasi seputar PTN tersebut.
• Jangan Takut dengan Pendaftar yang Banyak
Mengetahui besarnya jumlah pendaftar ujian SPMB, yang notabene akan menjadi pesaing, tentunya akan sangat mempengaruhi mental siapa pun. Kekhawatiran tersebut bukannya tidak mendasar. Namun, inilah kompetisi dimana orang-orang yang memiliki persiapan yang nantinya akan menjadi pemenang di dalamnya.
Untuk menghadapi situasi ini Anda bisa melakukan :
a. Segarkan fikiran Anda dengan sikap optimis dan positif.
b. Tanamkan keyakinan dalam diri Anda bahwa Anda lah orang yang paling siap diantara pendaftar lainnya.
c. Anggaplah persaingan Anda dalam ujian sebagai teman sepermainan yang tidak ada pengaruhnya jika mereka menang atau kalah.
d. Bercanda dan tertawa secukupnya dengan peserta lain, tetapi tetap konsentrasi dengan apa yang akan Anda hadapi nanti.
• Bersiaplah menghadapi Ujian Besok
Banyak orang yang jauh-jauh hari sudah mempersiapkan sedemekian rupa dengan banyak belajar, membaca dan membahas soal-soal. Sampai-sampai satu hari menjelang ujian pun masih juga belajar. Hal ini tentu akan mengganggu kesehatan fisik kita. Untuk mengantisipasi hal tersebut Anda harus melakukan hal berikut ini :
a. Satu hari menjelang ujian Anda sudah dapat mengetahui lokasi dimana ujian dilaksanakan.
b. Pada malam hari menjelang ujian Anda tidak dibenarkan lagi belajar hingga larut malam. Membaca dan belajar hanya sekedar untuk mengingat kembali penyelesaian soal-soal yang pernah Anda selesaikan dengan asumsi bahwa persiapan sebelumnya sudah cukup bagi Anda.
c. Jaga kesehatan fisik/jasmani Anda dengan makan dan istirahat secukupnya, agar tidak menghalangi aktifitas saat ujian besok.
d. Bawalah peralatan tulis Anda secukupnya seperti Pensil 2B, rautan pensil, penggaris, karet penghapus, ballpoint, papan alas LJK.
• Fokus dan Konsentransi pada Saat Ujian
Pada saat ujian berlangsung, tidak jarang Anda diliputi dengan kebingungan dan keragu-raguan atas jawaban yang ada. Berikut ini poin penting yang harus Anda beri perhatian :
a. Sebelum menjawab semua soal, Anda harus membaca seluruh petunjuk soal.
b. Ketika Anda menjumpai soal yang sulit, untuk dapat menghemat waktu Anda harus beralih ke soal berikutnya yang lebih mudah dengan terlebih dahulu memberi kode atau tanda pada lembar soal/jawaban bahwa soal tersebut belum Anda jawab.
c. Setelah semua soal Anda jawab, maka periksa kembali jawaban Anda, mungkin masih ada soal yang belum dijawab.
d. Yakinkan diri Anda bahwa jawaban Anda sudah benar dengan begitu Anda tidak perlu mencari jawaban dari peserta lain.
e. Jangan terpengaruh dengan situasi dimana adanya peserta yang sudah keluar ruangan karena sudah menyelesaikan soal ujian. Bisa jadi peserta ujian yang keluar itu pusing karena soal ujiannya cukup sulit dan sudah tidak tahu lagi jawabannya. Atau mungkin jawabannya belum tentu benar. Yang terpenting kuasai waktu Anda.
• Jangan Pernah Ragu dengan Jawaban Anda Sendiri
Biasanya setelah menjalani test tertulis atau lisan, sering kali Anda masih ragu dengan jawaban yang Anda berikan saat test tadi. Keraguan ini menjadi kita patah semangat.
Anda tidak mungkin bisa mengubah jawaban yang telah Anda berikan tadi. Namun, setidaknya satu masalah Anda telah berlalu dan selanjutnya ke masalah yang lain. Jika hal ini terjadi maka Anda perlu melupakan sejenak masalah itu dengan melakukan aktifitas yang lain.
B. Penguasaan Non-Teknis
Meliputi beberapa faktor seperti penguasaan mental, daya nalar, dan penentuan cita-cita dan keinginan Anda setelah menjadi sarjana. Faktor ini menjadi faktor terpenting bagi anda untuk meraih peluang menang dalam SPMB nanti.
Fakta menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan spiritual (ESQ) menjadi faktor penentu seseorang dalam meraih sukses karir dan pekerjaan dibanding faktor kecerdasan akal (IQ). Hal inilah yang membuat orang semakin mempelajari tentang ESQ dan makin banyak yang menyadari bahwa kecerdasan emosi dan spritualnya harus mampu mengendalikan kecerdasan intelektualnya.
Banyak sekali orang cerdas dalam beberapa bidang tapi dia tidak dapat mengungguli orang-orang yang secara kemampuan nalar berada di bawah dia. Hal ini dikarenakan, orang-orang yang memiliki kecerdasan akal yang tinggi cenderung untuk tidak mau diatur, ego tinggi dan anti koordinasi, selalu menganggap dirinya adalah paling benar. Akibatnya dia pun terjebak pada “kebodohan emosi”, dengan berani menuruti emosi-emosi yang tidak mendukung kecerdasan otaknya, malah justru menjatuhkan bangunan-bangunan intelektualnya.
Contoh nyata, ketika penulis duduk di bangku SLTA, memiliki beberapa teman kelas yang memiliki kemampuan diatas rata-rata dan juara kelas bahkan mengikuti bimbingan test/belajar tetapi ketika pengumuman UMPTN (istilah SPMB ketika itu) namanya tidak tercantum di papan pengumuman alias tidak lulus.
Hal ini mengejutkan bagi banyak teman yang lainnya. Mengapa orang sehebat dia tidak bisa menembus perguruan tinggi negeri. Sementara teman kelas penulis yang mempunyai kemampuan di bawah rata-rata dan tidak juara kelas bisa lulus UMPTN.
Faktor lain yang masih juga penting adalah faktor semangat dan antisipasi untuk menyusun langkah yang tepat dan strategis jika gagal mengikuti seleksi SPMB. Karena akhir dari suatu perjuangan yang menentukan adalah Tuhan, Allah yang Maha Menentukan. Karena Dialah pemilik dan penguasa alam semesta. Atas kehendak-Nya lah semua bisa terjadi. Beberapa tips berikut ini harus anda kuasai agar bisa menang dalam SPMB nanti.
• Jangan Pernah Ragu dengan Kemampuan Anda
Keberhasilan adalah kunci bagi setiap orang untuk mengukur kemampuan mereka. Namun, sering kali orang merasa ragu atau takut dengan kenyataan sebelum mereka sendiri berusaha mencapai keberhasilan yang diingikannya. Bayang-bayang kegagalan sering menghinggapi diri seseorang. Seperti kata pribahasa “mati sebelum berperang”.
Sikap seperti ini akan membuat lunturnya konsentrasi dan kegagalan yang dikhawatirkannya akan sungguh terjadi. Untuk mengantisipasi situasi seperti ini Anda dapat melakukan beberapa hal :
a. Perbanyaklah membaca, mengerjakan soal-soal yang menyangkut test yang akan dihadapi nanti.
b. Jadikan latihan Anda tersebut sebagai modal yang meyakinkan Anda bahwa Andalah orang yang paling menguasai soal.
c. Mintalah saran dari orang lain yang pernah berhasil, mintalah kepada orang tersebut untuk menceritakan kiat suksesnya. Bila perlu minta juga saran dari orang yang pernah gagal mengikuti ujian dan cari tahu apa penyebab kegagalannya.
d. Senantiasa berdoa. Do’a adalah kekuatan orang beriman. Ini menunjukkan bahwa kesuksesan seseorang bukanlah semata karena dirinya semata, namun ada kekuatan Sang Maha Pencipta yang memberikan kasih saying-Nya.
• Mintalah Dukungan Keluarga Anda
Keluarga merupakan salah satu faktor pendukung dalam menentukan keberhasilan dan masa depan seseorang. Mereka lah yang akan menjadi pendorong dan motivator untuk menciptakan suasana nyaman dalam dirinya. Namun, adakalanya Anda menghadapi keluarga yang tidak mendukung keputusan Anda untuk memilih jurusan/program studi pada PERGURUAN TINGGI NEGERI tertentu. Yakinkan kepada keluarga Anda, bahwa jurusan/program studi tersebut sesuai dengan keinginan dan cita-cita Anda. Jalinlah komunikasi dengan keluarga Anda untuk menceritakan jenis pekerjaan yang Anda sukai dan inginkan.
Bagi Anda yang belum lulus dalam SPMB jangan sampai berkecil hati karena masih banyak peluang yang bisa anda lakukan. Simaklah uraian singkat berikut ini :
• Bahwa menjadi MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI, bukanlah satu-satunya kunci kebahagiaan hidup. Memang sih, siapa yang tak bahagia menjadi MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI. Akan tetapi pertanyaan berikutnya adalah, maukah kemampuan Anda, kreatifitas Anda, serta dunia Anda menjadi terbatasi oleh psikologi kemapanan menjadi MAHASISWA PERGURUAN TINGGI NEGERI? Tidak, bukan ? Karena fakta menunjukkan tidak sedikit orang yang sukses yang bukan berasal dari PTN bahkan tidak mengecap pendidikan universitas sekalipun.
• Perlunya sebuah wawasan yang berani menerima tantangan. Maksudnya, tak ada salahnya menjadi mahasiswa PERGURUAN TINGGI SWASTA (PTS). Karena begitu banyak PTS yang sekarang ini menyediakan berbagai macam program studi yang menarik dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Anda bisa mencari informasi di Kantor Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) untuk mengetahui PTS yang mana yang mempuyai akreditasi terbaik. Telusuri apakah PTS tersebut memiliki izin dan bagaiman akreditasinya. Apakah program studi yang anda inginkan tersedia, termasuk program bea siswa bagi mahasiswanya. Cari informasi sebanyak-banyaknya tentang PTS tersebut, tidak saja dari hompage yang ada namun bisa dilihat dari kualitas alumni-alumninya. Bila perlu konsultasi langsung dengan mereka yang telah pernah menimba ilmu di PTS tersebut.
• Bagi anda yang tidak ingin melanjutkan ke PTS jangan berkecil hati karena masih banyak peluang kreatifitas dan aktifitas yang bisa anda lakukan untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah diantaranya seperti mengikuti bimbingan test/studi, mengikuti kursus-kursus baik untuk persiapan SPMB tahun mendatang. Semua pasti lebih menjanjikan. Karena setiap keadaan harus disikapi dengan sikap optimis dan lapang dada. Anggaplah kegagalan hari ini adalah sukses kita yang tertunda. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari semuanya.
cetak halaman ini